Ubah Lelah Jadi Lillah (2017) membahas tentang pentingnya meluruskan niat beramal karena Allah Swt semata agar lelah yang dirasakan tidak sia-sia. Saat melakukan aktivitas juga tidak keluar dari syariat-Nya, sehingga keberkahan hidup pun dapat diraih dengan mudah. Hingga akhirnya, kelak Anda akan menikmati buah dari amal shalih tersebut.
Sore itu pulang kantor, saya sempatkan berkunjung ke toko buku Togamas, jl. Supratman. Setelah berputar-putar mencari buku yang menarik karena sudah lama tidak belanja buku, tiba-tiba mata saya tertarik pada buku berwarna biru dan tercetak judul Rahasia Magnet Rezeki . cara Allah. Hati saya tergelitik. Saya ambil dan telaah summary di cover belakang, pengantar penulis, daftar isi. Sangat menari…
Menjadi jomblo seringkali dianggap sebagai suatu hal yang memalukan. Tak jarang, seorang yang jomblo dijadikan bulan-bulanan. Padahal, tidak ada yang salah dengan memilih untuk sendiri. Buku “Udah, Sendiri Saja Dulu” yang ditulis oleh Fikri Kembar ini mengajak pembaca untuk tidak malu dan minder dengan status jomblo yang disandang. Lebih lanjut, buku setebal 224 halaman ini juga mengupas…
Konon, perempuan adalah makluk perasa. Sedikit-sedikit dirasa. Sedikit-dikit merasa. Jika bahagia, seolah tidak ada akhirnya. Kalau bersedih, pasti berlama-lama dengan rasa sakitnya. Benarkah demikian? Ah, tidak semua perempuan demikian adanya. Masih ada yang mengutamakan logikanya dalam memutuskan sesuatu, terutama hal-hal penting dalam hidupnya. Meski sekuat apa pun perempuan, ia pasti aka…
Buku ini indah karena lembut berhias estetika spiritual yang halus dan tulus, tanpa ancaman dogma keagamaan atau paksaan arogansi keimanan! Jaya Suprana, Budayawan, Humanis, Kelirumolog Buku karya Ajahn Brahm ini adalah buku yang benar-benar mampu menyadarkan dan membuka "pintu hati" kita, bahwa setiap manusia ber-HAK menikmati kehidupan ini dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian, bebas dar…
Buku ini merupakan perwajahan ulang dari buku "Membuka Pintu Hati" yang pernah diterbitkan oleh Penerbit Karaniya-Ehipassiko pada tahun 2005. Judul buku ini dipetik dari cerita pamungkas ke 108, yang bertajuk "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya". Si Cacing diibaratkan kita-kita manusia; kotoran diibaratkan nikmat kehidupan dunia gemerlap nanfana ini. Kita tinggal dan bersenang-senang di dalam…