Buku ini mengajak pembaca untuk memandang kehidupan dan semua permasalahannya dengan sudut pandang positif. Ketika kita bersikap dan berpikir secara positif, akan tampak lebih mudah dihadapi. Bahkan itu akan membuat semangat hidup kita semakin kuat dan kita dipenuhi rasa syukur dan bahagia karena telah berhasil melaluinya.
Bagi Anda yang mencintai putra putri Anda dan ingin mereka pun membalas cinta Anda-memuliakan Anda serta memiliki kedekatan dan kehangatan hubungan dengan Anda-Mendidik Anak dengan Cinta dapat menjadi sebuah pilihan bacaan yang menarik untuk dimiliki. Semoga buku ini dapat memperkaya khazanah pengetahuan orang tua. Buku ini merangkum tulisan dari jurnal buku pegangan penelitian dan artikel terk…
Menjadi jomblo seringkali dianggap sebagai suatu hal yang memalukan. Tak jarang, seorang yang jomblo dijadikan bulan-bulanan. Padahal, tidak ada yang salah dengan memilih untuk sendiri. Buku “Udah, Sendiri Saja Dulu” yang ditulis oleh Fikri Kembar ini mengajak pembaca untuk tidak malu dan minder dengan status jomblo yang disandang. Lebih lanjut, buku setebal 224 halaman ini juga mengupas…
Konon, perempuan adalah makluk perasa. Sedikit-sedikit dirasa. Sedikit-dikit merasa. Jika bahagia, seolah tidak ada akhirnya. Kalau bersedih, pasti berlama-lama dengan rasa sakitnya. Benarkah demikian? Ah, tidak semua perempuan demikian adanya. Masih ada yang mengutamakan logikanya dalam memutuskan sesuatu, terutama hal-hal penting dalam hidupnya. Meski sekuat apa pun perempuan, ia pasti aka…
Buku ini indah karena lembut berhias estetika spiritual yang halus dan tulus, tanpa ancaman dogma keagamaan atau paksaan arogansi keimanan! Jaya Suprana, Budayawan, Humanis, Kelirumolog Buku karya Ajahn Brahm ini adalah buku yang benar-benar mampu menyadarkan dan membuka "pintu hati" kita, bahwa setiap manusia ber-HAK menikmati kehidupan ini dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian, bebas dar…
Buku ini merupakan perwajahan ulang dari buku "Membuka Pintu Hati" yang pernah diterbitkan oleh Penerbit Karaniya-Ehipassiko pada tahun 2005. Judul buku ini dipetik dari cerita pamungkas ke 108, yang bertajuk "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya". Si Cacing diibaratkan kita-kita manusia; kotoran diibaratkan nikmat kehidupan dunia gemerlap nanfana ini. Kita tinggal dan bersenang-senang di dalam…